Halaman

Kamis, 23 Februari 2012

MENGGAPAI HATI

MENGGAPAI HATI
Di setiap detikku,
Jiwaku merintih sakit,
Perih karena tikaman.
Di setiap menitku,
Ruhku lunglai tak berdaya,
Getir karena sekapan.
Semua berlalu melewati hari,
Hingga tahun dan bertahun-tahun,
Sampai pada satu dekakde.
Kini, saat semua sudah berpendar,
Berpencar dan pudar tak berwarna.
Aku lumpuh tanpa teman.
Aku buta tanpa kawan.
Hidup bukan, mati pun bukan.
Meskipun…
Senyum tulus aku berikan.
Tangan hangat aku lontarkan.
Kepala dingin aku berikan.
Semua… hanya tuk menguatkan hati,
Bahwa aku masih bernyawa.
Aku masih bisa berdiri tegar.
Hingga datang ujung waktuku,
Semua mata menyalang, membenarkan.
Tentang cita cinta mata hatiku.
Cita cinta mata hati yang bertahun-tahun tertikam,
Tersekap… dan kini…
Cita cinta mata hatiku mulai menggeliat,
Mencari tangan tuk berdiri dan merdeka.
Merdeka! Mata batinku.
Merdeka!mata hatiku.
Hanya Tuhan yang mampu menguatkan.

18 Desember 2011.


1 komentar:

  1. Sungguh benar adanya "dalam kesulitan terdapat kemudahan". Hanya butuh penyadaran akan makna smua kejadian yang telah dan sedang terjadi... Tersadar kini, bahwasannya kesulitan itulah yang menguatkan jiwa meski raga seakan remuk redam dihantam ombak badai pmecah karang...tapi senyuman harus terus tertebar, untuk penyejuk jiwa penikmat syurga...

    BalasHapus